0 items in your shopping cart

Tidak ada produk di keranjang.

Ketika Air Berubah

Alkisah diceritakan pada suatu hari, seorang yang sholeh dan banyak ilmu pengetahuannya, memberikan sebuah peringatan kepada umat manusia. Pada hari tertentu, katanya, semua air di dunia yang tidak disimpan secara khusus, akan lenyap. Sebagai gantinya, akan ada air baru yang berbeda, yang mendorong seseorang menjadi gila.

Hanya satu orang yang mendengar nasihat ini. Ia mulai mengumpulkan air dan pergi ke tempat yang aman untuk menyimpan air itu, dan menunggu air baru yang katanya akan mengubah seseorang menjadi gila.

Tepat pada hari yang telah di tentukan itu, air sungai berhenti mengalir, dan sumur-sumur mulai mengering. Orang yang mendengarkan peringatan itu, menyaksikan kejadian ini terjadi, dengan cepat ia menuju tempat penyimpanan air yang disimpannya setiap hari.
Dari tempat penyimpanan air, terlihat air terjun kembali mencurahkan air. Orang itu pun kembali menggabungkan dirinya dengan yang lain. Ia mendapati bahwa orang-orang berpikir dan berbicara dengan cara yang berbeda dari sebelumnya, mereka tidak ingat lagi apa yang pernah terjadi, mereka seperti kehilangan memori ingatan, dan juga mereka tidak ingat sama sekali bahwa pernah mendapatkan peringatan.
Ketika orang itu mencoba untuk berbicara dengan mereka, ia menyadari bahwa ternyata mereka telah menganggapnya gila. Terhadapnya, mereka menunjukkan rasa benci, ada juga sebahagian dari mereka yang merasa kasihan, bukan pengertian.

Orang itu mulai merasa kesepian, tindakan dan pikirannya sama sekali berbeda dengan mereka. Pada awalnya ia tidak tergiur oleh air yang baru, setiap hari ia pergi ke tempat persembunyiannya, meminum air simpanannya. Orang itu berusaha bertahan agar tetap waras dan selalu menahan diri untuk tidak minum air yang baru itu.

Hari silih berganti hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk meminum saja air yang baru itu, ia tidak tahan lagi menderita kesunyian hidup, tindakan dan pikirannya sama sekali berbeda dengan orang-orang lain. Dan pada akhirnya orang itu meminum air baru itu dan menjadi seperti mereka yang lain. Ia pun sama sekali melupakan air simpanannya, dan rekan rekannya mulai menganggapnya sebagai orang yang baru saja waras dari sakit gila.